Let your intuition guide you

Pernah tidak kalian pergi ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi sama sekali. Lalu dalam perjalanan kalian bertanya, kapan ya sampai di tujuan? Masih jauh atau sudah dekat ya? Berapa lama lagi aku akan sampai? Tidak sering perjalanan yang ditempuh serasa lama. Berbeda ketika saat pulang, perjalan serasa cepat karena kita tau jalan mana yang harus dilewati. Begitu pula dengan mimpi, mungkin kebanyakan orang memiliki mimpi, namun tak banyak yang  mengetahui jalan yang harus mereka tempuh. Terkadang hal ini yang membuat kita sulit untuk menggapainya atau bahkan mengalami kegagalan.

“Wadja kau sudah tau belum, bahwa hari ini ada seleksi exchange ke Jerman.”

“Iya, tapi aku bukan salah satu kandidatnya.” Jawabku dengan kecewa

“Kita sama Wadja.” ucap Bima sambil tertawa

Teryata selama ini aku sedang dalam perjalanan yang tak memiliki arah dan tak tau jalan mana yang harus ditempuh agar sampai pada tujuan. Tunggu sebentar! Mungkin aku harus berbalik arah, namun bukan untuk pulang! Sedikit banyaknya aku mengenal jalan yang sebelumnya aku lalui.

“Sedang apa kau Wadja? Sedari tadi kau terlihat sibuk dengan ponselmu.“

“Ini aku menemukan website mengenai beasiswa ke Jerman, tapi salah satu syaratnya memiliki sertifikat B1 Internasional.

“Kita kan tidak mempunyainya, bagimana bisa mendaftar?”

“Iya benar katamu.“ Jawabku sambil menghela nafas

Anganku berlarian liar saat melihat website tersebut. Aku membayangkan tahun depan aku sudah menapakkan kakiku di negeri para filsuf dan tokoh terkenal dunia seperti Goethe, Einstein, Schiller, Humboldt dan masih banyak lagi. Aku akan pergi ke tempat-tempat terkenal di sana seperti di kota Köln, München, Berlin, mungkin bahkan aku bisa mencium udara di negara Swiss, Belanda, Austria, dan negara lain di dekat Jerman.

Dari kejauhan ada sesorang yang mebangunkanku dari lamunanku yang liar dengan menepuk pundakku.

 “Minggu depan akan ada sosialisasi beasiswa dari DAAD sehabis ashar, kamu akan ikut Wadja?“

„Beasiswa apa?“ Tanyaku untuk mengalihkan rasa kagetku.

„Tak tau, belum ada informasi yang jelas.“

„Baiklah, kalau begitu kita datang saja mungkin informasinya penting.

Sosialisasi tersebut mengenai beasiswa Sommerkurs selama satu bulan di Jerman. Ya, beasiswa tersebut adalah beasiswa yang ku baca minggu lalu di website. Selain itu akan diadakan pula tes bahasa gratis agar para Mahasiswa dapat mendaftar pada program ini. Apakah ini sebuah pertanda bahwa ini adalah jalan yang harus ku lewati??? Mungkin semesta tak bergurau kali ini, aku harus mengikuti firasat ini.

Tak ada perisiapan khusus dalam tes tersebut, namun dalam sehari ku luangkan waktu untuk berlatih soal 5 hingga 10 menit. Menurutku segala sesuatu perlu dipersiapkan, walupun kita tak pernah tau bagaimana situasi di medan perang nanti, namun setidaknya kita memiliki strategi untuk menaklukan medan itu.

Akhirnya hasil tes tersebut keluar setelah ujian dilaksanakan. Jantungku berdebar lebih kencang karena pilihanya hanya ada dua menyudahi langkah atau meneruskan jalan selanjutnya. Menyudahi langkah itulah pilihannya. Ya, pilihan bagi orang yang tak tau jalan mereka. Aku yakin bahwa jalanku masih terus berlanjut. See u soon Germany!

Tahapan yang paling rumit dalam mencari beasiswa ialah administrasi, begitu banyak dokumen yang harus dibuat dan dikumpulkan. Ibarat dalam perjalanan ada pohon tumbang yang menutupi jalan. Untuk melewatinya harus menyingkirkan pohon tersebut. Hal itu sulit namun tak mustahil, bukan? Aku teringat akan suatu hadis Bukhari dan Muslim yang berbunyi seperti ini „Berusahalah kalian karena setiap orang akan dimudahkan kepada sesuatu yang diciptkan baginya“. Meskipun sesuatu tersebut sudah ditakdirkan pada kita, tapi untuk memperolehnya perlu berusaha dan berdoa.

Aku dan beberapa temanku mempersiapkan bersama segala dokumen yang diperlukan. Mungkin kami semua adalah lawan namun tetap kami adalan kawan. Mengalahkan seseorang dengan menjatuhkan bukanlah pemenang, ia tak lebih dari pecundang. Tetapi mengalahkan sesorang karena kemampuan dirinya itulah pemenang sejati. Kami tak tau siapa yang pantas menjadi pemenang.  Dalam hal ini yang terpenting bukanlah siapa yang menjadi pemenang. Mencoba dan berusaha adalah sebuah kemenangan awal. Siapapun yang akan berangkat ke Jerman berarti itulah waktu baginya, namun jika belum pasti waktu di masa depan sedang menantinya.

Hari ini adalah Jumat, semua dokumen setidaknya dikirim hari ini agar di hari senin dokumen tersebut tiba di Kantor Pusat DAAD Jakarta. Hingga petang kami masih bergulat dengan urusan administrasi. Selain mengirim dokumen, kami perlu mengunggah dokumen tersebut. Akses yang cepat diperlukan di waktu-waktu genting ini. Jam menunjukan pukul 23.00, kami bergegas ke Kantor Pos agar dokumen tersebut tiba sebelum atau pada hari Senin. Bak gangster kami melaju dengan cepat menembus dinginnya malam.

Sesampai di sana mobil Pos yang menuju Jakarta telah berangkat lima menit yang lalu, oh… betapa malangnya kami. Meskipun begitu kami tetap mengirimkan dokumen tersebut dan berharap di hari Senin dokumen telah tiba di Jakarta. Tugas selanjutnya adalah beristirahat sejenak untuk mengumpulkan energi kembali.

⸙⸙⸙

Selama berbulan-bulan kami menanti pengumuman beasiswa tersebut. Kuliah dan kegiatan kampus membuat kami lupa akan hal itu. Hari-hari berjalan seperti biasanya, tak ada yang spesial. Setelah kuliah aku langsung bergegas pulang dan memejamkan mata sejenak. Saat aku bangun, ada pesan dari temanku. Wadja lihat emailmu sekarang juga!

Segera aku membuka emailku dan mendapatkan pesan seperti ini.

„…Herzliche Gratulation, ihr wurdet beide ausgewählt, einen Hochschulsommerkurs in Deutschland zu besuchen.“

Pesan tersebut mengatakan bahwa ada dua orang yang berkesempatan untuk ke Jerman dan aku adalah salah satunya! Aku? Iyaa!!! Perasaanku bercampur menjadi satu, bahagia, kaget, dan bingung. Mungkin aku akan sangat menyesal bila aku tak mencoba jalan ini, yang mungkin pada awalnya terlihat sukar dan mustahil, tetapi keyakinanku mengantarkanku pada titik ini. Akhirnya aku menemukan jalan dari tujuanku.

Bis bald! (Sampai jumpa!)

Leave a comment